Strategi Pengelolaan & Pendayagunaan Data Alumni Berbasis Digital


Seminar kedua dalam rangka Pelantikan dan Rakernas Pengurus pusat KMF, bertemakan "Strategi Pengelolaan & Pendayagunaan Data Alumni Berbasis Digital", Sabtu, (25/02/2023). Bersama moderator Sarjoko MA, forum diisi oleh 3 narasumber yaitu 1) Bapak Muqorrobien Ma'rufi, founder dan CTO PT Ansvia, perusahaan yang berinovasi dalam pengembangan teknologi, kemudian 2) Dr. K.H. Ali Sofwan, SE MSi, alumni PIM yang saat ini menjadi wakil dekan fakultas FEB UNISNU Jepara, dan 3) KH Sholahuddin Al-Aiyub alumni PIM tahun 1993 yang saat ini menjabat sebagai staf khusus wakil presiden RI dan Ketua MUI Bidang Ekonomi Syariah dan Halal serta katib syuriyah PBNU.

Dalam acara ini Muqorrobin bercerita bagaimana latar belakang pendidikannya yang secara formal lebih banyak berada dalam pendidikan agama. Pada akhirnya pun mampu menguasi dunia digital dan cyber secara otodidak atas pengalaman yang diikutinya. Muqorrobin berhasil menciptakan berbagai produk teknologi cyber seperti antivirus hingga membangun perusahaan cyber sendiri. 

Karena itu, KMF pun mempunyai peluang yang sama untuk melakukan digitalisasi penginputan big data alumninya. KMF harus mempersiapkan input dengan strategi yang mudah agar alumni tertarik untik mengisi data, setelah itu, melakukan akses dan sumberdaya alumni dan memetakannya sesuai dengan output yang diinginkan. Database alumni tersebut juga harus bisa up to date dan disiapkan security datanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ali Sofwan yang mengaskan perlu adanya strategi tepat dalam membangun data base dan pemanfaatan data alumni. Secara strategis, KMF harus mempertimbangkan dan menetapkan 3 hal yaitu input, proses, dan output. Membangun database alumni harus memahami kondisi saat ini, memahami bagaimana caranya dan memahami kemana arahnya. Setelah berhasil mewujudkan sistem digitalisasi pendataan alumni harus dimanfaatkan dan didayagunakan dengan baik.

Sementara K.H. Sholahuddin Al-Aiyub menyampaikan bahwa digitalisasi data alumni harus bisa digunakan dalam mewujudkan maslahah tijariyyah dan maslahah siyasiyyah. Trend ekonomi yang saat ini beralih pada ekonomi digital atau market place merupakan ruang yang bisa digunakan melalui konsep kombinasi ekonomi digital dengan ekonomi komunitas, contohnya menggunakan crowd funding yang bagian dari fintech. Secara umum, beliau berharap supaya KMF bisa merubah mindset untuk saling memperkuat kolaborasi dalam menciptakan kemaslahatan bersama.